Minum Parasetamol Untuk Ibu Hamil, Amankah?

Diposting pada

Ibu hamil boleh minum parasetamol?  Ibu hamil harus memiliki sikap hati-hati dan bijaksana. Kesehatan ibu hamil dan janin yang ada di kandungan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Ketika dalam kondisi sakit, dalam mengkonsumsi obat pun harus berhati-hati.

Parasetamol (paracetamol) adalah salah satu obat bebas yang dapat ddibeli siapapun. Obat ini berfungi untuk menurunkan demam dengan cara menghambat pusat pengatur panas tubuh padaa otak. Selin menurunkan demam, parrasetamol juga dapat digunakan untuk mengatasi rsa nyeri.

mengkonsumsi parasetamol untuk ibu hamil apakah aman?

Biaasanya parasetamol tidak hanya digunakan untuk demam saja. Ada beberapa gejala penyakit yang dapat diatsi dengan parsetmol yaitu sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan pilek.

Parsetamol termasuk kelompok obat anti raddang. Hal ini dikarenakan parsetmol memiliki efek anti radang. Untuk penggunaan prsetamol dalam jangka panjang dapat menyebabkaan ganggun fungi hati.

Parasetamol tergolong pada obat kategori C, ini berddasar FDA (Badan POM di Amerika). FDA mengelompokan obat-obatan keddalam bebrapa kategori yaitu A, B, C, D dan X. Itu adalah urutan kategori obat dari yang tidak berbahaya ke obat yang paling berbahya.   Obat kategori C hanya diberikan unutk ibu hamil, apabila manfaat yang didapat lebih besar dibandding resiko yang terjadi pada janin.

Parrsetamol diuji untuk alat perkembangbiakan hewan dan menunjukan adanya efek samping padda janin. Namun belum ada kajian untuk  ibu hamil.

Dari hasil penelitian pada hewan ataupun manusia, parasetamol tidak menyebabkan terjadinya cacat bawaan. Cacat bawaan dapat diketahui sebelum kelahiran, saat kelahiran, maupun beberapa tahun sesudh kelahiran.

Berbeda dengan anti radang non steroid, parasetamol tidak menyebabkan gangguan pada pembuluh darah. Walapun begitu, untuk penggunaan parasetamol pada waktu hamil dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit asma dan hiperaktif pada bayi yang dilahirkan setelah memasuki masa kanak-kanak. Pada penelitian lain, penggunaan parasetamol pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak janin. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Ini berguna untuk memastikan keamanan parasetamol pada ibu hamil.

Parasetamol termasuk ke dalam obat yang paling aman dibandingkan obat penurun demam dan penghilang nyeri yang lain. Jika Anda merasa pusing atau nyeri dan demam pada masa kehamilan, sebaiknya penyebab gejala tersebut perlu diketahui dahulu.

Sebaiknya jangan meminum parasetamol selama hamil terutama untuk kehamilan pada masa trismester pertama jika tidak ada nasehat dokter. Jika keluhan yang dirasakan keluhan ringan maka sebaiknya tidak mengkonsumsi obat. GUnakan parasetamol dengan dosis yang terendah.

Jika diperlukan mengkonsumsi parasetamol, ibu hamil sebaiknya menggunakan parasetamol dalam dosis kecil dan pada jangka pendek. Penggunaan parasetamol yang bersamaan dengan obat penghilang rasa sakit dan penurun demam lainnya bisa dilakukan jika dengan resep dokter.

Minum parasetamol untuk ibu hamil pada usia kehamilan 4 bulan tergolong cukup aman. Jika mengkonsumsi obat parasetamol itu mendesak dan perlu dilakukan, ibu hamil dapat mengkonsumsi parasetamol. Sebenarnya parasetamol ini termasuk obat bebas. Jika Anda merasa khawatir dan ingin penjelasan lebih lanjut bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *