Apa Boleh Ibu Hamil Makan Kepiting?

Diposting pada
Apa boleh ibu hamil makan kepiting, amankah? Makanan seafood adalah salah satu makanan yang enak bukan? Salah satu makanan laut tersebut berbahan kepiting. Memang ada orang yang alergi dengan kepiting, namun banyak juga yang tidak memiliki efek saat mengkonsumsi kepiting.
Namun banyak rumor yang berkembang mengenai kepiting dan ibu hamil. Ada yang menganggap bahwa kepiting itu berbahaya bagi ibu hamil. Benarkah demikian? Apa sih yang terkangdung di kepiting tersebut. Kami akan ulas untuk Anda.
 Apa Boleh Ibu Hamil Makan Kepiting?
Apa boleh ibu hamil makan kepiting, amankah? saathamil.com
Mitos mengenai ibu hamil yang tidak boleh makan kepiting dibantah kebenarannya oleh Rumah sakit Singapura KKH HealthPedia. www.kkh.com.sg, yang merupakan situs resmi KK Hospital tidak membenarkan bahwa makan kepiting mampu menimbulkan efek yang berbahaya.
Pengaruh Logam Berat Terhadap Kehamilan
Logam berat yang terkonsumsi ke dalam tubuh ibu hamil memiliki efek negatif pada kehamilan seperti kebutaan, gangguan mental, kesulitan bicara, dan penurunan fungsi komunikasi pada anak.
Ibu hamil dianjurkan melakukan diet seimbang dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat, zat besi dan kalsium. Ketiganya zat tersebut sangat penting untuk pertumbuhan janin.
Selama makanan yang dikonsumsi tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan asal dalam kadar tidak berlebih, makanan laut masih dianggap baik untuk ibu hamil. Hal tersebut dikarenakan hewan laut mengandung Omega 3 yang penting bagi perkembangan otak janin. Sehingga, makan kepiting tidak bermasalah asal tidak terdapat logam berat di dalamnya.
Kepiting Mengandung Merkuri
Isu kontroversial tentang aman atau tidaknya kepiting untuk Ibu hamil mungin sudah sering terdengar. Memang dalam kepiting mengandung kandungan merkuri di dalamnya. American Pregnancy Association (APA) menyatakan kepiting memiliki kandungan merkuri yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan hewan laut jenis lainnya. Jenis ikan lau tersebut yaitu seperti tuna dan kerapu.
Kandungan merkuri tersebut dinilai dapat berdampak tidak baik untuk perkembangan otak dan sistem saraf bagi janin dalam kandungan.Sehingga, mengkonsumsi kepiting pada Ibu hamil perlu dibatasi. Rekomendasi untuk ibu hamil yang ingin mengkonsumsi kepiting yaitu 6 ons kepiting setiap minggunya.
Meskipun begitu, kepiting juga memiliki manfaat untuk tubuh. Kepiting memiliki manfaat yang secara klinis yang sudah diakui berdasarkan kandungan yang ada padanya.
Sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi kepiting saat hamil menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Jadi, mitos ibu hamil tidak boleh makan kepiting tidaklah benar. Faktanya, ibu hamil tidak boleh makan kepiting jika mengandung logam berat seperti metil merkuri.
Tips Mengkonsumsi Kepiting Saat Hamil
Hal pertama yang menjadi perhatian yaitu mengetahui lokasi pengambilan kepiting. Kepiting adalah hasil laut yang memiliki resiko mengandung logam berat lebih tinggi dibanding kepiting yang hasil dari budidaya.
Yang kedua, sebaiknya Anda cari tahu tingkat pencemarannya pada lokasi pengambilan kepiting. Ini adalah hal merepotkan karena harus lebih dulu mengetahui informasi tersebut. Namun untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, maa hal tersebut tidak berarti bukan?
Yang terakhir, masak kepiting sampai benar-benar matang. Parasit penyakit yang terdapat pada daging maupun ikan dapat menular ke manusia melalui perantara makanan mentah maupun setengah matang. Sehingga tubuh dapat terkena gangguan serius saat kehamilan, misalnya seperti infeksi yang dapat menyebabkan keguguran.
Supaya kehamilan dapat berjalan denagn baik dan tanpa ada yang mengganggu, maka menjaga gaya hidup dan pola makan yang sehat adalah hal yang utama. Apalagi setiap orang tua memiliki impian memiliki anak yang sehat, cerdas, dan tanpa cacat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *